Densus 88: AR Sebagai Simpul Penting Perjalanan JI dari Masa ke Masa

0
309

Sangkhalifah.co — Densus 88 Antiteror Polri memeriksa secara berkelanjutan seorang terduga teroris berinisial AR, yang merupakan salah satu tokoh sentral pergerakan jaringan teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI).

“Setelah ditangkap AR, saat ini terus diperiksa secara intensif untuk lebih memperdalam berbagai pemikiran dan strategi yang dipersiapkan bagi Jamaah Islamiyah ke depan,” tutur Kombes Pol Aswin Siregar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (16/9/21).

Berdasarkan catatan Densus 88 Antiteror Polri, AR adalah tokoh senior dalam tubuh organisasi Jamaah Islamiyah (JI). AR merupakan salah satu perumus Pedoman Umum Pergerakan Jamaah Islamiyah (PUPJI) tahun 1998 yang kemudian menjadi ruh utama dari metodologi amaliyah JI.

Aswin menyebutkan, dari PUPJI inilah Parawijayanto selaku amir baru JI sejak tahun 2008, melakukan pengembangan metodologi pergerakannya dengan strategi penguasaan wilayah (Tamkin) “Total Amniyah System Total of Solution” (TASTOS) dengan orientasi melakukan “jihad” global.

“AR terungkap menjadi simpul penting dalam perjalanan JI dari masa ke masa,” kata Aswin.

Melihat jejak AR juga, Aswin menambahkan bahwa dia pernah ditangkap tahun 2003 dan divonis 3,5 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas perbuatannya menyembunyikan pelaku bom natal tahun 2000.

“Penjara tidak pernah menjerakannya, dan sepak terjang AR terus berlanjut hingga kembali tertangkap Jumat (10/9) pekan lalu. Penangkapan terhadap AR dilakukan setelah Tim Densus 88 Antiteror Polri menemukan titik terang dari hasil penangkapan beberapa anggota JI sebelumnya yang menyatakan bahwa AR merupakan salah satu titik sentral dari pergerakan JI selama ini,” tegasnya.

Bahkan terbukti AR seringkali tampil dalam berbagai acara Syam Organizer, salah satu lembaga penampung dan penyalur dana bagi JI, di mana beberapa pengurus dan donaturnya telah berhasil diungkap dan ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri pada bulan Agustus 2021.

Catatan panjang keterlibatan AR dalam JI, kata Aswin, menunjukkan bahwa dia dengan sengaja tidak menjadi bagian dari struktur organisasi JI untuk menghindar dari endusan aparat.

“Berdasarkan hasil investigasi ditemukan bahwa AR merupakan penganjur metode militer (Tanzim Askari) untuk terus dilanjutkan oleh JI dan menjaga hubungan dengan para pejuang di Afghanistan. Dalam temuan lain, AR adalah penganjur yang kuat agar JI selalu mendukung perjuangan bangsa Moro dan Suriah, demi mewujudkan Nubuwah akhir zaman di Syam. Tidak hanya sampai di situ, kata Aswin kembali melanjutkan, AR adalah perumus Multazim bin Multazim (anak dari bapak) dalam pusat latihan teror JI yang dikenal dengan nama Sasana,” pungkasnya.

Sederet catatan keterlibatan AR dalam pergerakan organisasi teroris tersebut menjadi bukti bagi Densus 88 Antiteror Polri untuk mengamankan tokoh sentral JI tersebut dalam rangka pencegahan dan penindakan terorisme di Tanah Air.

“Densus 88 selalu mencermati secara detil perilaku para terduga teroris sebelum ditangkap dan kami menangkap mereka setelah didukung oleh bukti-bukti yang cukup,” tutupnya. []

Leave a reply

error: Content is protected !!