Cerdas Bermedia Sosial Sebagai Imunitas Penangkal Virus Radikalisme

1
385

Sangkhalifah.co Berbenah, inilah yang sedang dilakukan bangsa Indonesia sekarang ini. Covid-19 membuat tatanan kehidupan harus berbenah menuju kehidupan yang baru. Dalam kehidupan baru ini, masyarakat di tuntut agar bisa menjadi pribadi yang tanggap  dan cerdas dalam memilih serta memilah. Karena selain bahaya virus Covid-19, virus radikalisme juga perlahan menyusup tatanan sosial kehidupan masyarakat. Mereka berusaha merayu, membujuk, serta memprovokasi. Dengan tujuan agar masyarakat bisa ikut ambil andil dalam menjatuhkan kekokohan Bangsa Indonesia.

Dalam hal ini, media sosial berperan aktif dalam penyebaran virus radikalisme. Sebab, salah satu aksi yang dilakukan pelaku radikal ialah dengan menggunakan media dering sebagai wacana untuk menyebar provokasi, bahkan sampai dengan berita yang berbaur hoax. Seperti misalnya menyebarkan konten yang berusaha menjatuhkan nama baik bangsa Indonesia melalui Pandemi sekarang ini, yang kemudian akan berujung membenci pada mereka yang membacanya. Hal-hal inilah yang seharusnya segera dihentikan, dikarenakan bisa membahayakan sistem tatanan sosial yang sudah ada di Indonesia. Untuk meminimalisir  hal tersebut, hal yang harus dilakukan ialah bergerak. Kita yang sadar akan bahaya virus radikalisme tersebut, harus bergerak untuk memberikan sebuah konten yang mendamaikan ataupun pesan perdamaian. Sebagai salah satu pesan tandingan, bahwa bangsa Indonesia tidak seperti yang dibayangkan kaum-kaum penyebar radikalisme tersebut.

Sebagaimana yang dikatakan Direktur lembaga Kajian Dialektika, Muhammad Khutub, yang mengatakan bahwa pandemi Covid-19 yang saat ini menjangkiti seluruh negara, tidak terkecuali juga Indonesia menjadikan kehidupan keagamaan mengalami tantangan dan perubahan yang sangat ekstrem. Selain itu kehidupan sosial keagamaan sekarang bergeser tidak lagi face to face melainkan secara virtual. Media virtual termasuk media sosial bisa dijadikan alat propaganda oleh kalangan tertentu di tengah ketakutan warga terhadap wabah ini, termasuk kelompok radikal dengan agenda tertentu yang mengganggu pemerintah.

 Membangun solidaritas dengan menguatkan interaksi dan komunikasi dalam sosial media menjadi salah satu imun yang tepat untuk membangun kebersamaan dalam berbangsa dan bernegara. Dengan kata lain, kita harus bersama-sama melawan hal-hal negatif yang senantiasa disebarkan dan menjaganya dengan menyebarkan hal-hal yang positif. Hingga masyarakat bisa memilih mana berita yang layak konsumsi dan mana informasi yang harus dihindari. Teladan inilah yang seharusnya disebarluaskan dalam kehidupan sehari baik dalam dunia nyata (offline) ataupun dunia maya (online). Agar hadirnya ruang maya di era digital, pengguna media sosial lebih cerdas dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Karena, kejahatan dan pengganggu keamanan tidak hanya terjadi di lingkungan sosial nyata, tetapi juga lingkungan dunia maya.

Dan inilah yang harusnya ditangani bersama. Jika dalam dunia nyata seseorang bisa melakukan gerakan menguatkan persaudaraan, maka dunia maya akan memiliki solusi yang tidak kalah membangun. Salah satu solusi yang harus di kembangkan dan kuatkan ialah komunikasi yang berkualitas, yaitu menjaga keamanan serta membangun solidaritas dengan media daring. Dengan kata lain, seseorang diajak untuk menjaga kebersihan dan menghentikan narasi-narasi yang berbaur ketidaksukaan di dalam dunia maya sampai akar-akarnya. Agar tidak ada lagi bayang-bayang virus radikalisme di bangsa Indonesia.  

Sejalan dengan itu, kita juga harus kembali pada kiblat dalam bersosial media. Pada dasarnya, fungsi sosial media adalah untuk mencari informasi dan menginformasikan dengan mudah, serta mampu berpartisipasi sekaligus berbagi dengan sesama akan keadaan yang menggembirakan. Cerdas dalam bermedia sosial sangat diharuskan dalam sehari-hari. Selain, sebagai solusi agar tidak terpapar virus radikalisme, kita juga bisa memanfaatkan dunia maya sebagai ruang yang bisa bermanfaat bagi orang lain.

*Suroso, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!