Cegah Terorisme, Divisi Humas Polri Adakan FGD Dengan Tokoh Lintas Agama di Lampung

0
149

Sangkhalifah.co — Tim Subsatgas Banops Div Humas Polri, yang diketuai oleh Kombes Pol. Hendra Rochmawan, melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama, dalam rangka pencegahan dan penanggulan radikalisme dan terorisme di wilayah Bandar Lampung. Kegiatan ini mengambil tema “Terorisme adalah musuh kita bersama”, dilaksanakan di Aula Patria Tama Polresta Bandar Lampung, Kamis (9/9/2021) pagi.

Kombes Pol. Hendra Rochmawan dalam sambutannya mengatakan, kedatangan bersama tim untuk memberikan materi kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah Bandar Lampung tentang kegiatan pencegahan dan penanaman terhadap ketahanan masyarakat untuk tidak terpapar paham radikalisme.

“Mari bersama-sama kita melawan radikalisme dan terorisme, yang mana keduanya adalah musuh kita bersama. Semoga Allah SWT Tuhan YME senantiasa memberikan perlindungan kepada masyarakat bangsa dan negara,” kata Hendra.

Tim Div Humas Polri juga menghadirkan narasumber dari Pengurus Harian Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme MUI Pusat, Muhammad Makmun Rasyid untuk menyampaikan materi tentang perkembangan radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Dalam paparannya, Makmun Rasyid mengatakan, terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan negara, bahaya terhadap keamanan perdamaian dunia serta merugikan kesejahteraan masyarakat, hal ini sesuai dengan fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2004.

“Terorisme adalah salah satu bentuk kejahatan yang terorganisir dengan baik “well organized”, bersifat transnasional dan digolongkan sebagai kejahatan luar biasa extra ordinary crime yang tidak membeda bedakan sasaran indiskrimatif. Kegiatan kontra radikal teroris secara simultan dan efektif harus dilakukan oleh segenap pemerintah dan masyarakat . Tidak ada istilah mengkambing hitamkan polisi-tentara sebagai badan yang bertanggung jawab secara struktural kenegaraan . Masyarakat perlu terlibat dan dilibatkan sebagaimana amanat UUD 1945 untuk sama sama menjaga NKRI,” kata Makmun Rasyid.

Makmun juga menambahkan bahwa hukum terlibat dalam kegiatan radikalisme-terorisme adalah haram. Apapun perannya, hukumnya ditetapkan haram dalam agama.

“Terorisme tidak dibenarkan dalam bentuk apapun, hukum melakukan teror adalah haram, baik dilakukan oleh perorangan, kelompok maupun negara, oleh karena itu saya mengajak seluruh stakeholders untuk benar benar konsisten dalam mengejawantahkan nilai nilai Pancasila dalam seluruh kebijakan dan tidak dimanfaatkan kelompok transnasional atau yang terafiliasi dengan gerakan radikal teroris,” pungkasnya.

Selain itu juga, hadir Eks Napiter yang pernah bergabung dengan Jamaah Islamiyah mengingatkan untuk mewaspadai orang-orang yang berpaham intoleran dan tidak mau bersosial dengan orang di sekelilingnya.

“Saya dulu bisa masuk ke kelompok teroris karena awalnya terkena virus intoleran. Pokoknya selain saya salah dan masuk ke neraka. Di samping itu saya sangat militan dalam mensosialisasikan apa yang saya anggap benar hingga saya mampu mencegah orang untuk tetap di kelompok radikal-teroris. Kini telah saya sadari bahwa semuanya itu salah dan sebab itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk menyebarkan paham moderasi beragama,” tutupnya. []

Leave a reply

error: Content is protected !!