Cegah Aksi Terorisme, Presiden: Pendekatan Soft Power dan Hard Power Harus Seimbang

0
172

Sangkhalifah.co — Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menilai, pendekatan hard power yang mengedepankan penggunaan tindakan sangat diperlukan, tetapi belum cukup untuk mencegah dan menanggulangi ekstremisme dan terorisme.

“Sudah saatnya kita menyeimbangkan pendekatan hard power dengan soft power. Pendekatan soft power bukan hanya dengan memperkuat program deradikalisasi yang ditujukan kepada mantan napi teroris, tetapi harus memperhatikan lembaga-lembaga pendidikan, ruang-ruang publik, mimbar-mimbar umum dan sejenisnya,” kata Presiden Jokowi.

Menurut presiden Jokowi, langkah preventif menjadi penting melihat adanya aksi-aksi teror yang mulai melibatkan keluarga, perempuan dan anak-anak di bawah umur.

“Ini peringatan untuk kita semuanya. Betapa unsur keluarga telah menjadi target kelompok radikal-teroris,” pungkasnya.

Terorisme ini merupakan kejahatan luar biasa, tidak saja kepada bangsa-negara tapi terhadap kemanusiaan. Dimana hampir semua negara di dunia menghadapi ancaman terorisme ini.

“Ancaman terorisme ini bukan hanya terjadi di negara-negara yang sedang dilanda konflik, namun juga menerpa negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan lainnya,” tambahnya.

Karena sifat kejahatannya luar biasa, maka harus dihadapi dengan cara-cara yang luar biasa juga untuk menjaga stabilisasi nasional dan keamanan negara kita.

“Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme, diperlukan suatu strategi komprehensif, untuk memastikan langkah yang sistematis, terencana dan terpadu dengan melibatkan keaktifan seluruh elemen dan pihak terkait,” ungkap presiden dalam rangka menegaskan kembali pentingnya Perpres Nomor 7 Tahun 2o21.

Di samping itu pula, Presiden Jokowi mengatakan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan dan kebhinekaan. Aksi radikal-terorisme sangat bertentangan dengan nilai agama dan nilai luhur yang dijunjung tinggi bangsa Indonesia.

“Saya pun kembali mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama memerangi radikal-terorisme ini yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, nilai-nilai luhur kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan kebhinekaan,” tutupnya. []

Leave a reply

error: Content is protected !!