Brigjen Hamli: Perempuan Rentan Terpapar Radikalisme

2
134

Sangkhalifah.co — Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) periode 2007-2020 Brigjen Pol Hamli mengungkapkan temuan baru terkait potensi perempuan terpapar paham radikal lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Ia mengungkapkan persentase perempuan yang terpapar paham radikalisme mencapai 12,3 persen, sedangkan laki-laki 12,1 persen. Informasi tersebut berdasarkan riset yang dilakukan oleh BNPT pada tahun 2020.

“Potensi radikalisme dari hasil penelitian ini banyak yang perempuan, kalangan urban, generasi Z dan milenial, serta aktif di internet. Ini yang menurut penelitian ini dia lebih potensi dibandingkan yang lain,” ujarnya dalam diskusi webinar yang diselenggarakan oleh Lembaga The Center for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR) bertajuk Intoleransi dan Ekstremisme di Media Sosial, Minggu (14/2).

Menurutnya, perempuan mudah mendapatkan pengaruh dari sekelilingnya. Hamli mengimbau juga kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap ragam ajakan yang tidak diketahui validitas dan kebenarannya.

“Sekarang ada fenomena ibu-ibu yang nganterin anaknya di sekolah-sekolah, itu banyak yang kena di kumpulan ibu-ibu. Mereka ini jadi target market kelompok kanan. Makanya offline dan online itu juga harus menjadi konsentrasi karena finishing (eksekusi target) umumnya tetap di offline,” tuturnya.

Sementara itu, perlu juga mengetahui motivasi orang-orang saat bergabung dengan gerakan radikalisme-terorisme, umumnya yang berkaitan dengan agama.

“Dalam riset INSEP tahun 2012, ditemukan sebesar 45,5 persen. Latar belakang lainnya seperti solidaritas komunal, balas dendam, separatisme, dan lainnya. Ini perlu menjadi perhatian juga. Ideologi agama menjadi sangat penting, kita harus melakukan sesuatu terhadap isu ini, karena paling banyak sebabkan orang melakukan tindakan intoleransi,” tuturnya.

Hamli juga menegaskan bahwa mereka (yang terpapar) sangat aktif mencari konten keagamaan melalui internet, yakni sebanyak 77 persen.

“Orang yang menerima konten keagamaan setiap hari persentasenya mencapai 16,6 persen. Sedangkan, yang mencari konten keagamaan paling banyak melalui Youtube yakni 77,9 persen dan sosial media 47,3 persen,” tutupnya.

2 comments

Leave a reply

error: Content is protected !!