BNPT: Gerakan Radikal-Terorisme Melanggar Janji Konstitusi

1
109

Sangkhalifah.co — Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. Ahmad Nurwakhid menegaskan bahwa aksi radikalisme dan terorisme adalah musuh agama dan negara. Menurutnya aksi-aksi keduanya karena tindakannya bertentangan dengan prinsip dan nilai agama yang universal, luhur dan suci.

“Penganut radikalisme dan terorisme telah memecah belah umat beragama dan memunculkan citra negatif terhadap ajaran agama yang dianutnya,” kata Nurwakhid.

Dianggap musuh negara, lanjut Nurwakhid, karena tindakan dan perbuatan radikal-terorisme bertentangan dengan janji konstitusi yang sudah menjadi kesepakatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mereka bertentangan dengan konsensus nasional, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD NRI Tahun 45,” pungkasnya.

Ia berkeyakinan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia terutama umat Islam yang moderat selalu mendukung Densus 88 Antiteror dan BNPT, TNI, Polri dan perangkatnya dalam membantu mencegah dan menanggulangi radikalisme dan terorisme.

“Kalaupun ada tokoh, oknum pejabat publik maupun politisi menuduh hal tersebut maka tidak berdasar dan tidak realistis,” ujarnya.

Menurut dia, akar masalah radikalisme dan terorisme adalah ideologi keagamaan yang menyimpang atau pemahaman yang terdistorsi. Selain itu, salah satu faktor pemicu munculnya niat atau motif radikalisme adalah politisasi agama atau menggunakan doktrin agama yang dipolitisasi untuk kepentingan politik.

“Yang jelas saya tidak sepakat kalau ada yang mengatakan adanya upaya islamofobia di Indonesia,” katanya. []

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!