Beda Jihad dan Terorisme Menurut Al-Qur’an

0
152

Sangkhalifah.co — Seringkali sebagian orang salah kaprah dalam membedakan makna jihad dan terorisme. Terutama mereka yang memiliki cita-cita mendirikan negara Islam, seperti ISIS, HTI, FPI, JAD, dan sesamanya. Padahal, jihad dan terorisme merupakan dua hal yang berbeda. Jihad bukan terorisme dan terorisme bukanlah jihad. Orang-orang yang mengkambinghitamkan tindakan teror dan radikal sebagai jihad adalah kelompok-kelompok teroris. Secara konseptual, jihad dan terorisme merupakan dua hal yang sama sekali tidak sama. Secara bahasa, jihad dari bahasa Arab, sedangkan terorisme dari bahasa Latin.

Disebutkan di dalam Kamus Al Munawir (2002) jihad bermakna perjuangan. Selain itu jihad secara bahasa juga bermakna ujian dan cobaan (Shihab, 2000). Jika mengacu secara makna terminologi, KBBI menyebut jihad dimaknai sebagai usaha dengan segaka upaya untuk mencapai kebaikan. Di lain itu usaha dalam rangka membela agama Islam dengan mengorbankan harta benda, jiwa, dan raga.

Terkait dengan makna jihad, Muhammad Chirzin pernah menegaskan bahwa di dalam Islam tidak ada istilah perang suci, sebab itu berasal dari Eropa (Barat). Hanya seringkali dilabeli kepada tindakan sebagian orang Islam yang radikal sehingga seolah-olah Islam memilki ajaran perang suci (Chirzin, 1997).

Jihad (bukan terorisme) di dalam Islam  bermakna sangat mulia sebab tujuan utamanya mempertahankan jati diri Islam, bukan merusak. Di dalam Al-Qur’an term jihad disebut sebanyak 41 kali yang tersebar di dalam 19 surat. Beberapa di antaranya misalnya, jihad bermakna kesulitan dan ujian (QS. Ali Imran 142), kemampuan (QS. At Taubah 79), kesungguhan (QS. At Taubah 19), mengangkat senjata (QS. At Taubah 81). Selain kata ‘jihad’, di dalam Al-Qur’an juga ada term lain untuk menunjukan makna peperangan, yaitu harb, qital, yusfik ad-dima, dan lain sebagainya. Sayangnya, banyaknya terma tengang perang di dalam Islam disalahartikan oleh kelompok teror bahwa Islam menghendaki aksi kekerasan.

Jihad di dalam Al-Qur’an bukan bermakna terorisme, karena visi dan misi dari jihad adalah menghidupkan, bukan mematikan. Tujuannya untuk melahirkan kemerdekaan, bukan menyakiti orang lain. Jihad di dalam Al-Qur’an, beberapa di antaranya misalnya, pertama, bermakna menahan hawa nafsu. Misalnya dalam QS. Al Ankabut 29, “Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”

Quraish Shihab menyebut bahwa jihad dalam ayat di atas bukan bermakna mengangkat senjata, sebab perintah mengangkat senjata baru setelah Nabi di Madinah. Ayat di atas turun jauh ketika Nabi di Makkah. Jihad pada ayat di atas, bermakna menahan hawa nafsu (Quraish Shihab, 2005).

Kedua, jihad bermakna mempertahankan agama. Seperti di dalam QS. At Taubah 73, Allah SWT berfirman, “Wahai Nabi! Berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” Ayat ini menurut Ibn ‘Asyur bermakna mempertahankan agama Islam manakala Islam diserang oleh orang kafir. Bukan umat Islam memerangi terlebih dahulu orang kafir.

Dan makna yang lain, yakni makna ketiga, jihad bermakna kesabaran tidak melakukan kemaksiatan, seperti QS. Ali Imran 142, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” Shihab menyebut, jihad pada ayat di atas adalah kesabaran agar manusia menjaga sulitnya untuk tidak bermaksiat, sehingga akan dibalas dengan surga.

Dari makna-makna di atas, jihad semuanya bermakna menghidupkan, bukan mematikan, menyengsarakan, dan membunuh. Makna-makna tersebut hanya berlaku pada terorisme. Yaitu sebuah tindakan yang berarti menyebabkan ketakutan pada orang lain.

Dalam KBBI, terorisme artinya usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau segolongan. Walter Lacquer menyebut, terorisme selain karena berasal dari pemahaman yang keliru, juga karena faktor ekonomi, sosial, bahkan politik. Terorisme tidak berkaitan dengan agama dan ajaran agama apapun. Sebab esensi dari terorisme adalah menebar ketakutan.

Dari uraian di atas, jelas bahwa dalam kacamata Al-Qur’an, jihad dan terorisme merupakan dua term yang berbeda baik secara makna literal maupun makna terminologi. Dari prinsip-prinsipnya, jihad bermakna sebuah tindakan untuk membebaskan manusia dari penjajahan, diskriminasi, dan dari kerusakan.

Sedang prinsip terorisme adalah perbuatan yang mendatangkan kerusakan. Jihad yang merupakan ajaran Islam berorientasi kepada keselamatan (as-salamah), sementara terorisme bermuara pada kerusakan (dharar). Islam memang tidak melarang peperangan, selama memenuhi syarat yaitu orang Islam diperangi dahulu dan tidak menyakiti perempuan, anak-anak, dan merusak fasilitas publik. Sementara terorisme tidak diajarkan samasekali oleh ajaran Islam. []

Leave a reply

error: Content is protected !!