Atasi Terorisme, Irjen Martinus Hukom: Pendekatan Humanis Sangat Penting

1
575

Sangkhalifah.co — Persoalan radikal-terorisme terus diatasi dengan segala cara. Pencegahan dan penanggulangan tidak saja harus diatasi dari perspektif keagamaan, tetapi saat ini Densus 88 Antiteror menekankan pentingnya pendekatan seperti humanis.

Menurut Kepala Densus 88 Antiteror, Irjen Pol Martinus Hukom, pendekatan selain dengan cara penindakan tegas sebagaimana amanat undang-undang, mengatasi terorisme harus dilakukan dengan cara yang lebih humanis.

“UU kita yang direvisi, UU No 5 Tahun 2018 yang merupakan revisi dari UU Nomor 15 Tahun 2003, mengamanatkan kepada kita, selain penegakan hukum ada juga program pencegahan di situ ada deradikalisasi. Jadi hukum kita sudah mengamanatkan itu (penyelesaian masalah terorisme dengan pendekatan humanis),” ujar Martinus dalam diskusi yang ditayangkan kanal YouTube Sofyan Tsauri.

Kejahatan terorisme ini memiliki jenis dan sistem pergerakan yang berbeda dengan kejahatan lainnya seperti pembunuhan dan sejenisnya, yang umumnya didasari pada aspek dendam dan bersifat kepribadian.

“Kejahatan konvesional seperti perampokan, pembunuhan, pemukulan atau kejahatan apa pun, motifnya bisa karena dendam, bisa karena kepentingan individu, kebutuhan. Tapi kalau saya lihat terorisme ini kejahatan yang berawal dari pemikiran,” tuturnya.

Martinus juga menambahkan, terorisme tidak bisa dihilangkan dengan jalan kekerasan. Sebab aspek pendorong utamanya adalah aspek pemikiran, ideologi dan pola pikir yang salah.

“Saya mengutip dari salah satu penggiat perempuan di Afghanistan , Malala. Dia umur 17 tahun, dia telah menyuarakan hak-hak dia sebagai anak dan perempuan untuk bersekolah. Kemudian lalu dia mendapat ancaman kekerasan terhadap dirinya. Dia mengatakan, kalau kita membunuh teroris kita bunuh dengan senjata. Tapi kalau kita membunuh terorisme kita harus bunuh dengan intelektual,” paparnya.

Dalam membereskan persoalan terorisme, menembak mati teroris bukanlah fokus utama. Namun, ideologi kekerasan dari terorisme lah yang terpenting dan harus ‘dihabisi’ atau diatasi dengan baik.

“Jadi bagi saya lebih penting kita menghilangkan paham itu (terorisme). Nah untuk menghilang paham itu, satu-satunya dengan cara mencerdaskan dan membumisasikan nilai-nilai atau ajaran agama yang benar. Sebab itu, fokus kita dalam setiap penangkapan yakni menyadarkan mereka untuk berpikir jernih dalam melihat negara dan mengaplikasikan ajaran agama di Indonesia,” tutupnya. []

1 comment

Leave a reply

error: Content is protected !!